BRMP Papua Barat Monitoring Progres Cetak Sawah Rakyat di Majaran
BRMP Papua Barat Monitoring Progres Cetak Sawah Rakyat di Majaran
Majaran, Kabupaten Sorong — Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat bersama Penyuluh Provinsi Papua Barat Daya melakukan monitoring dan evaluasi progres pelaksanaan Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kampung Majaran, Kecamatan Salawati, Kabupaten Sorong, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan monitoring ini dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pekerjaan pencetakan lahan sawah yang dilaksanakan oleh Perusahaan Mekar Papua Nusantara, sekaligus memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai dengan target dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Dalam pemantauan di lapangan, Kepala BRMP Papua Barat bersama Penyuluh Provinsi Papua Barat Daya meninjau kondisi dan progres pembukaan serta pencetakan lahan, sekaligus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pekerjaan. Dari hasil monitoring, terdapat beberapa kendala di lapangan, antara lain keterbatasan alat berat excavator serta kondisi beberapa titik lahan yang merupakan rawa dalam sehingga menyulitkan alat berat untuk masuk dan melakukan pekerjaan pencetakan lahan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam evaluasi agar tidak menghambat pencapaian target pelaksanaan CSR. Sebagai tindak lanjut, diperlukan optimalisasi dan penambahan dukungan alat berat, khususnya excavator yang sesuai dengan kondisi lahan, serta penyesuaian metode dan teknis pekerjaan pada area yang memiliki kondisi rawa dalam. Koordinasi dengan pihak pelaksana akan terus dilakukan untuk menentukan langkah teknis yang efektif sehingga pekerjaan dapat tetap berjalan secara optimal.
Monitoring dan evaluasi ini merupakan bagian dari upaya BRMP Papua Barat dalam mendukung percepatan program Cetak Sawah Rakyat sebagai langkah strategis untuk meningkatkan luas areal pertanian dan mendukung peningkatan produksi pangan.
Melalui monitoring secara berkala, BRMP Papua Barat bersama Penyuluh Provinsi Papua Barat Daya memastikan setiap tahapan pelaksanaan CSR dapat berjalan dengan baik, tepat sasaran, serta mampu mengatasi berbagai kendala di lapangan. Dengan percepatan penanganan kendala alat dan kondisi lahan, diharapkan proses pencetakan sawah dapat segera diselesaikan sehingga lahan yang telah disiapkan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya pertanian dan mendukung program swasembada pangan nasional.